Syarat Membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian

Surat Keterangan Catatan Kepolisian adalah surat yang diterbitkan oleh Kepolisian Republik Indonesia melalui Kepolisian Sektor (Polsek) atau Kepolisian Resort (Polres). Isinya adalah mengenai catatan pengajuan surat dari kepolisian Polri yang terdapat dalam data kepolisian. SKCK ini dapat digunakan untuk beragam keperluan, karena itu tak heran jika setiap harinya ada ratusan permintaan pembuatan surat tersebut. Syarat membuatnya itu sendiri terbilang mudah.

Meski syarat membuat surat ini dapat dibilang mudah, namun masih banyak yang mengeluhkan tentang proses pembuatannya yang lama. Surat ini yang dulu dikenal dengan Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB) ini memang tak dapat dipungkiri untuk mendapatkannya harus melalui proses yang panjang. Kenyataannya anggapan tersebut seringkali muncul karena kesalahan pengaju sendiri yang tidak memperhatikan prosedur soal pembuatan maupun tata caranya.

Padahal kalau sudah tahu bagaimana alur pembuatan SKCK Polisi Republik Indonesia, kita bisa mendapatkan surat keterangan ini dengan begitu mudah dan cepat. Malah kini ada cara yang lebih cepat untuk mendapatkan SKCK yakni melalui pengajuan online. Ya, modal kita hanyalah koneksi internet yang baik sehingga proses pengajuan SKCK tidak terputus. Meski proses pengajuannya menjadi lebih mudah dan singkat, ada baiknya kita telah mempersiapkan segala yang diperlukan sebagai Syarat membuat SKCK.

Setidaknya inilah hal-hal yang harus dipersiapkan untuk membuat SKCK baik online maupun offline:

Langkah pertama adalah menyiapkan surat pengantar dari Kelurahan

Salah satu syarat membuat SKCK yang harus dipenuhi adalah mendapatkan surat pengantar dari Keluharan. Untuk mendapatkan surat yang satu ini kita terlebih dulu harus membuat surat pengantar dari ketua RT dan RW tempat kita tinggal. Dari merekalah kita bisa mendapatkan surat permohonan pembuatan SKCK ke Kelurahan/Desa. Jangan khawatir soal biaya, karena biasanya ketua RT maupun RW tidak mematok harga, alias bayarlah seikhlasnya. (Baca juga: Berikut 4 Cara Mudah Cek Pajak Kendaraan Anda)

Sama halnya dengan kantor kelurahan, mereka tidak membebankan biaya pengajuan SKCK ini sama sekali. Jika ada yang meminta sejumlah dana dan dirasa sangat besar, artinya pungutan liar sedang terjadi dan kamu bisa melaporkan kasus ini kepada pemerintah. Biasanya di kantor Kelurahan nanti kita akan diminta mengisi formulir pengajuan pembuatan SKCK. Setelah mendapatkan pengantar pembuatan SKCK dari kelurahan barulah kamu bisa menggunakannya di POLRES atau POLSEK setempat untuk mendapatkan SKCK.

Beruntungnya tidak semua Polres atau Polsek di Indonesia mewajibkan adanya surat pengantar dari Kelurahan. Sebaiknya cek dulu didaerah tempat tinggalmu mengenai wajib tidaknya surat dari Kelurahan, sehingga tidak banyak waktu kita yang terbuang.

Lengkapi persyaratan ini sebelum mengajukan ke Polsek atau Polres

Surat pengantar dari keluraan dan kecamatan memang menjadi bagian penting dari syarat membuat SKCK, sebelum akhirnya diajukan ke Polsek atau Polres. Namun persiapan tidak berhenti sampai disitu. Sebab ada beberapa syarat yang harus dilengkapi terlebih dahulu yakni:

  • Fotokopi Kartu Tnda Penduduk (KTP) atau Surat Izin Mengemudi (SIM)
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Fotokopi Akta Kelahiran/ Ijazah Terakhir
  • Pas foto 4×6 dengan background merah sebanyak 6 lembar

Untuk Warga Negara Asing (WNA) inilah syarat-syarat kependataan yang harus dilengkapi:

  • Fotokopi paspor
  • Surat Sponsor dari Perusahaan (Asli)
  • Fotokopi Surat Nikah
  • Fotokopi Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (Kitap)
  • Pas foto 4×6 dengan background kuning sebanyak 6 lembar

Setelah semua persyaratan kependataan tersebut dipenuhi saatnya kita melakukan pengurusan SKCK di Polsek atau Polres

Setelah melengkapi seluruh syarat membuat SKCK ditingkat kelurahan saatnya beranjak ke Polsek atau Polres setempat. Tapi jangan asal menyambangi kedua tempat ini, karena beda tujuan pembuatan SKCK juga berbeda tempat pembuatannya. Misalnya untuk tingkat Kecamatan maka yang harus didatangi adalah Polsek, sementara untuk tingkat Kabupaten/Kota adalah Polres.

Begitupun soal kebutuhan penggunaan SKCK ini. Misalnya untuk melamar kerja, PNS/CPNS dan pembuatan Visa atau kebutuhan lain yang bersifat antar negara proses pengajuan tidak bisa dilakukan di Polsek namun harus ke Polres. Pembukaan permohonan pembuatan SKCK ini biasanya dilakukan pada hari kerja mulau pukul 08.30-15.00 jadi siapka segala keperluan atau syarat membuat SKCK terlebih dulu sebelum menyambangi polres setempat.

Lantas apa bentuk SKCK yang akan didapat? Yakni sebuah surat keterangan yang tertera sidik jari pengaju didalamnya. Jadi jangan kaget kalau nanti kamu diminta membuat rumus sidik jari. Tentu ada biaya yang dibebankan saat proses pembuatan sidik jari, namun tidak begitu besar bahkan termasuk sangat ringan yakni sekitar Rp 5000. Tapi penetapan harga ini bisa berbeda ditiap Polres.

Proses sidik jari ini bisa dibilang adalah tahapan terakhir dari pembuatan SKCK. Setelah sidik jari selesai dan berkas-berkas terpenuhi lengkap kita hanya harus membayar uang penerbitan SKCK sekitar Rp 30.000 dan beberapa jam kemudian surat SKCK sudah ada ditangan.

Sementara untuk pembuatan SKCK secara online, sebenarnya syarat-syaratnya sama saja dengan sisitem offline. Bedanya semua data yang harus diinput adalah dalam bentuk digital, ya kita harus scan semua syarat yang kemudian bisa langsung kita upload di website pembuatan SKCK pada masing-masing Polres. (Baca juga: Masih Percaya Korupsi di Indonesia Bisa Dihentikan)

Memang pembuatan SKCK secara online lebih mudah dan tidak menyita waktu, kamu hanya perlu memasukkan semua data yang diperlukan dan tinggal menyambangi polres setempat untuk melakukan pembuatan sidik jari dan pembayaran akhir. Sayangnya di Indonesia, tidak semua Polres dan Polsek memiliki layanan pembuatan SKCK secara online.

Khusus warga Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi bisa berkunjung ke website Polri skck.polri.go.id. sementara buat kamu yang berdomisili di Jawa Barat silahkan klik jabar.polri.go.id, untuk Bali ada bali.polri.go.id. Jawa Tengah silahkan menuju ke skck.jateng.polri.go.id. Buat Polda Jawa Timur bisa kunjungi alamat jatim.skck.online.

Sedangkan kamu yang tinggal di sekitar Sidoarjo ada sidoarjo.skck.online. Arek Malang klik saja polresmalang.com. Pontianak silahkan klik skck.polrestapontianakkota.org. Barelang bisa berkunjung ke apok.batam.go.id/daftar/skck. Banyuwangi ada banyuwangi skck online. Palembang di restapalembang.org dan warga Bogor silahan berselancar ke daftarskckbogor.com.

Ingat, sebelum melakukan pengajuan secara online lengkapi perstaratan dan ubah semuanya ke bentuk digital. Perlu diketahui juga untuk jam pengambilan SKCK yang dibuat secara online agak berbeda yakni hanya dilayani hingga pukul 14.00 wib. Sementara untuk proses pengambilan sendiri maksimal adalah 3 hari. Jika dalam kurun waktu tersebut SKCK tidak kita ambil maka prosedur harus dilakukan lagi sejak awal.

Tidak ada yang lebih baik antara membuat SKCK secara offline maupun online. Ini hanyalah soal pemangkasan waktu, jika kamu lebih suka mengurus dalam bentuk fisik offline lah pilihannya. Namun jika lebih suka mengandalkan teknologi maka online solusinya.

Perlu diingat juga bahwa SKCK ini hanya berlaku 6 bulan sejak pembuatan. Jadi lewat 6 bulan kamu diharuskan membuat SKCK baru baik itu untuk keperluan melamar kerja, pendaftaran PNS/CPNS maupun pembuatan Visa.

(Visited 25 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *