Cara Mengungkapkan Opini dengan Benar agar Tidak Jadi Ujaran Kebencian

Banyak sekali kasus yang berhubungan dengan ujaran kebencian dan telah ditanggapi dengan serius. Pasalnya, ujaran kebencian ternyata bisa menjadi senjata mematikan yang dapat berdampak pada kekacauan dan perpecahan antar masyarakat. Tapi, bukan berarti kita harus bungkam. Kita harus tetap menyampaikan opini. Tapi harus dengan cara yang benar!

  1. Kritislah! Jangan Cepat Mengambil Keputusan

Sikap utama yang harus Anda miliki adalah sikap kritis. Jangan cepat puas akan sebuah berita. Anda harus meneliti lagi dari berbagai sudut pandang dan berbagai sumber. Misalnya saja Anda menemukan sebuah berita di sosial media yang menyalahakan si A. Jangan langsung sera-merta ikut menyalahkan si A. Anda harus kritis.

Mulailah dengan melihat buktinya, dan membandingkannya dengan moral dan hukum yang berlaku di sebuah negara tersebut. Bisa jadi suatu tindakan itu tercela bagi kita namun sah saja bagi negara lain. Lihatlah dengan cara yang lebih luas.

  1. Pakai Bahasa yang Halus

Jangan kasar. Bahasa Indonesia sudah menyiapkan kata-kata halus yang biasanya juga digunakan oleh di dunia jurnalisme. Pakailah itu. Jangan menulis atau mengucap kata sembarangan dengan kasar. Opini yang baik dan dari orang yang cerdas biasanya memang disampaikan dengan tenang dan berdasarkan fakta dan memiliki dasar. Tapi tetap tepat pada sasaran.

Sekalipun menggunakan bahasa halus, Anda tidak sewajarnya memberikan hasutan-hasutan di dalamnya. Ingat, opini tersebut jangan sampai dianggap orang lain sebagai alat untuk memecah belah kaum tertentu.

  1. Jangan Terlalu Memihak

Jika, berita kekerasan, mungkin kita masih wajar memihak. Namun, jika kita menulis opini yang lain, rasanya tidaklah bijak jika kita terlalu memihak pada satu pihak saja dan mencela pihak yang lain. Bagaimana pun setiap orang bahkan kita sendiri pasti memiliki sekian persen orang yang menyukai dan sekian lainnya yang membenci.

Lalu, setiap orang atau pun persfektif juga mempunyai nilai plus dan minusnya masing-masing. Jadi, jangan terlalu terbuai apalagi jika Anda belum terlalu punya dasar yang kuat. Beropinilah sewajarnya!

  1. Sampaikan di Media yang Benar

Media tempat Anda menyampaikan opini adalah sesuatu yang paling penting. Jangan sampai Anda meyampaikannya di sembarang tempat dan menyebabkan opini Anda terkesan hanya ocehan belaka yang tidak patut didengarkan.

Apa saja sih media yang tepat untuk menampung opini. Ada 2 media. Pertama, koran offline di rubrik opini. Anda bisa mengirim opini Anda ke pihak redaksi yang bisa Anda temukan informasi pengirimannya di koran tersebut. Koran juga sudah bisa diakses melalui smartphone.

Cara kedua, Anda bisa sampaikan semua opini-opini Anda di OPINI.ID. Anda pasti sudah tidak asing dengan website yang satu ini apalagi dengan video opini durasi pendeknya yang sungguh menarik.

Nah, Anda bukan hanya bisa menjadi penikmat dan pembaca, tetapi Anda juga bisa berkontribusi dengan cara memberikan opini Anda melalui video tersebut atau melalui komentar. Anda bisa mengunggah video Anda sendiri ke OPINI.ID ini.

Kenapa sih harus OPINI.ID? Itu karena Anda dijamin tidak bisa sembarangan mengunggah opini Anda di sini. Ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus Anda ikuti jika opini Anda ingin tampil ke hadapan masyarakat. Beberapa ketentuannya adalah tidak boleh berita palsu, fitnah, atau hal yang mengandung pornografi dan SARA.

Keuntungan lainnya, opini Anda juga bisa dilihat oleh banyak sekalipembaca setia OPINI.ID di seluruh Indonesia.  Ayo Bijak dalam beropini dengan OPINI.ID.

(Visited 12 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *